Senin, 25 Januari 2010

IEKLAN TEMPO DOELOE

Tags
Tags
Koin Penentu Kemenangan
Oleh Isa Alamsyah

Menjelang sebuah pertempuran besar, para prajurit terlihat sangat gelisah. Betapa tidak, mereka akan menghadapi musuh yang mempunyai kekuatan 10x lipat jumlahnya.
Melihat gelagat yang tidak baik ini panglima meminta seluruh prajurit berdoa, bersamanya, agar sang panglima mendapat petunjuk.
Setelah lama berdoa, maka panglima berujar.
"Wahai prajuritku, aku sudah dapat petunjuk!"
Lalu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah koin emas.
"Koin emas ini akan menunjukkan nasib kita. Jika gambar kepala yang muncul maka kita akan menang, dan jika ekor yang muncul kita akan kalah!"
Lalu koin tersebut dilempar ke udara dan dibiarkan jatuh ke lantai.
Semua prajurit menahan napas, menantikan koin yang berputar cukup lama.
Ternyata yang muncul adalah "KEPALA".
Serentak seluruh prajurit bersorak sorai dan bergegas menuju medan perang.
Tidak berselang lama, mereka memenangkan pertempuran tersebut dan membuat musuh lari tunggang langgang.
Raja sangat gembira mendengar kemenangan ini, dan ia bertanya apa rahasianya.
Dengan tersenyum Panglima memberikan koin itu kepada raja.
Raja tersenyum melihat koin tersebut.
"Sebuah koin emas dengan dua sisi yang sama, bergambar kepala!"


Apa hikmahnya?
Ini adalah kisah yang menunjukkan kekuatan suggesti.
Kekuatan kepercayaan dan kekuatan keyakinan.
Bukan koin itu yang membuat mereka menang, akan tetapi keyakinan mereka akan menang yang membuat mereka menang.
Semakin besar kepercayaan kita pada sugesti yang kita berikan maka semakin besar kemungkinan kita mencapainya.

Pada perang dunia II Hitler mengumandangkan "Deutschland über alles" yang berarti "Bangsa Jerman di atas yang lainnya" Saat itu bangsa Jerman sangat percaya diri dan hasilnya bukan main. Mereka bisa menjajah hampir semua negara penjajah, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh kekuatan sekutu.

Jepang juga dengan semangat "Hakkō ichiu" atau "seluruh dunia dalam satu atap" di bawah kekuasaan Jepang bisa menjadi kekuatan paling menakutkan di Asia.

Inggris dengan semboyannya "British role the wave" nya juga menguasai hampir seperempat dunia.

Muslim di masa lalu yang meyakini "Kuntum Khaoiru Ummah" juga pernah membuktikannya sebagai ummat terbaik, bukan karena kekuasaannya tapi karena amalnya.

Ketika sugesti diyakini dengan kuat, maka akan mempengaruhi pemikiran, otak, dan action.
Jika sugesti belum berpengaruh pada action berarti belum kuat.

Jika ingin sukses, maka langkah petama paling penting adalah percaya bahwa kita bisa sukses.

Karena itu grup ini bernama "BISA!" karena kalau kita percaya kita "BISA!" maka kita akan "BISA!"