Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Kisah Penyejuk Hati "Pencurian yang Mendatangkan Barakah"



Pencurian yang Mendatangkan Barakah
( Kisah Seorang Santri Lugu )
                                                                                                                                                                
         Pada zaman dahulu, di sebuah pesantren ada seorang santri yang di kenal rajin mengaji dan shalat berjamaah, ia dikenal dengan kualitas ketakwaannya, namun juga dengan keluguannya. Setelah bertahun-tahun lamanya, ia baru dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.

         Pada waktu acara perpisahan, sang Kiai memberikan nasihat kepada semua santri, “Kalian semua tidak boleh menjadi beban orang lain dalam urusan apa pun. Ingatlah, sesungguhnya sesungguhnya orang alim yang menengadahkan tangannya kepada orang – orang berharta; tak ada sebiji kebaikan pada dirinya. Pulanglah kalian ke rumah masing – masing semua. Bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing – masing. Jangan sampai lupa, sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah Swt. dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”
Sesampai di rumah, pemuda lugu tadi bertanya kepada ibunya, “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?”
Sambil bergetar ibunya menjawab, “Ayahmu sudah meninggal, Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?”
Si pemuda itu terus memaksa agar diberi tahu, tetapi sang ibu terus mengelak. Namun, akhirnya sang ibu terpaksa angkat bicara juga dengan nada jengkel ia berkata, “Ayahmu itu dulu seorang pencuri. Untuk apa kau bertanya seperti itu?”

Jumat, 18 April 2014

Kisah Penyejuk Hati "Operasi Berhasil saat Shalat"



Operasi Berhasil saat Shalat
(Kisah Ali bin Abi Thalib Ra.)
               
                Suatu ketika, sebuah peperangan berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin. Tetapi, kemenangan tersebut mengorbankan nyawa (syahid) yang tidak sedikit dan sebagian lagi terluka parah, termasuk Ali bin Abi Thalib Ra. Ia terluka pada betisnya, tertancap sebuah anak panah. Seorang sahabat dengan dibantu yang lainnya berusaha menarik anak panah itu, namun setelah berulang kali dicoba, usaha mereka tetap gagal.

                Ali terlihat menahan sakit yang luar biasa. Bahkan, ia sempat jatuh pingsan. Tampaknya ujung anak panah tersebut menancap cukup dalam. Melihat hal itu, semuanya kebingungan, dan tidak tahu yang harus dilakukan agar anak panah itu bisa dicabut. Jika dibiarkan, hal itu akan menimbulkan penyakit yang berbahaya dan bisa berakibat kematian. Lalu, apakah harus memotong kaki Ali supaya selamat?
                Pada kondisi kritis inilah, Ali mengambil inisiatif dengan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sedang shalat itulah, para sahabat diminta untuk mencabut anak panah yang menancap di betisnya. Awalnya, sebagian sahabat kurang menyetujuinya. Menurut mereka, hal itu tidak mungkin bisa berhasil, dalam keadaan normal saja, anak panah itu tidak dapat dicabut. Tapi, Ali tetap pada pendiriannya, karena menurutnya shalat adalah kunci utama terkabulnya segala permohonan, termasuk mendapat kemudahan mencabut anak panah pada betisnya.
                Sesudah mengerjakan shalat, Ali bertanya kepada para sahabat, “Mengapa sewaktu shalat tadi anak panahnya tidak dicabut?”
                Para sahabat tidak mengucapkan apa-apa, Salah seorang sahabat hanya menunjukan anak panah yang masih berlumuran darah. Ali pun melihat betisnya, anak panah itu sudah tidal ada. Lukanya pun telah dibalut. Berarti, sewaktu Ali shalat, para sahabat telah mencabut anak panah di betisnya, dan ia tidak merasakan sakit sedikit pun. Subhanallah!

Kisah Penyejuk Hati "Pemberian yang mendantangkan Rahmat"



Pemberian yang mendantangkan Rahmat
(Kisah Fatimah Ra.)

Suatu waktu, ada yang mengetuk pintu rumah Fatimah Ra. Ternyata, yang bertamu adalah orang tua dengan pakaian compang-camping. Sepertinya, ia baru melakukan perjalanan jauh yang telah membuat segala yang dimilikinya yang semakin menua dimakan umur.


                Lalu, Fatimah menanyakan keperluan orang tua itu bertamu. Orang tersebut menceritakan bahwa ia telah bertemu dengan Rasulullah Saw. mengadukan keadaannya yang kelaparan dan kehabisan bekal untuk pulang ke rumah. Dan, atas saran beliau, ia menemui Fatimah untuk minta bantuan.

                Mendengar penuturan orang tua itu, Fatimah pun bingung. Sebab, dirinya juga tidak mempunyai persediaan makanan atau uang. Untuk hari itu saja, ia belum makan, karena tak ada sesuatu yang bisa dimakan. Jika mengusirnya, tentunya orang tua itu akan semakin menambah kesengsaraannya.
               
                Tak beberapa lama kemudian, Fatimah baru ingat bahwa beberapa hari lalu, ia dihadiahi sebuah kalung oleh putri Hamzah bin Abdul Muthalib. Tanpa merasa berat sedikitpun, demi menolong orang tua itu, ia memberikan satu-satunya harta berharga yang dimilikinya.

                “Juallah kalung ini, Insya Allah, engkau dapat memenuhi semua kebutuhan dan bisa pulang ke rumah,” kata Fatimah.

                Setelah menerima pemberian Fatimah, laki-laki tua itu pergi ke masjid. Saat itu, Rasulullah Saw. masih duduk bersama para sahabat. Kemudian, ia memberitahukan pemberian Fatimah kepada Rasulullah, sambil berkata, “Wahai Rasulullah, putrimu telah memberikan kalung ini kepadaku untuk dijual demi memenuhi segala kebutuhanku.”

Mendengar penuturan tersebut, kedua mata Rasulullah Saw. terlihat berair dan tersiak-siak. Beliau tahu tentang kalung yang sangat disenangi oleh putrnya itu, namun direlakan untuk dishadaqahkan demi membantu orang yang tidak mampu. Melihat hal itu, seorang sahabat yang bernama Amar bin Yasir minta izin kepada beliau untuk membelinya. Setelah diizinkan, lalu ia menanyakan harga kalung tersebut.
                “Aku menjualnya seharga roti dan daging, sejumlah pakaian, dan sepuluh dinar untuk bekalku pulang ke rumah,” jawab orang itu.

                Amar bin Yasir membelinya tanpa menawar harga yang diajukan oleh laki-laki tua itu. Kemudian, ia membawa laki-laki tua itu kerumahnya untuk melakukan pembayaran. Setelah itu, Amar bin Yasir membersihkan kalung tersebut dan meminyakinya dengan minyak misk (minyak wangi yang paling mahal dan berkualitas tinggi), lalu membungkusnya dengan kain.

“Sampaikan bungkusan ini kepada Rasulullah Saw. dan aku juga menghadiahkanmu kepada beliau,” kata Amar bin Yasir kepada budaknya.

                Rasulullah Saw. menerima kalung dan budak yang dihadiahkan oleh Amar bin Yasir. Lantas, beliau menghadiahkan kalung dan budak tersebut kepada Fatimah. Dengan terharu, Fatimah mengambil kalung tersebut, yang tadi pagi diberikan kepada seseorang, siangnya dikembalikan lagi oleh Allah Swt. Padahal, sejak memberikan kalung tersebut, ia tak berharap untuk memiliki kalung lagi.

                Sebagai rasa syukur dan takwa kepada Allah Swt., Fatimah memerdekakan budak tersebut. Subhanallah!

Rabu, 20 November 2013

KISAH SELEMBAR BULU MATA

KISAH SELEMBAR BULU MATA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. “Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.

“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat.

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, “Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu.”

“Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, “Saya yang memandangi.” Disusul oleh telinga, “Saya yg mendengarkan.” Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.”

Bibir mengaku, “Saya yang merayu.” Lidah menambah, “Saya yang mengisap.” Tangan meneruskan, “Saya yang meraba dan meremas.” Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.” “Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu, ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.

Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: “Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”

“Silakan”, kata malaikat. “Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya.

Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka

Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.” Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

“Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata.” (atas rahmat Allah) Sungguh Allah Maha Pemberi Karunia ….

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...



source : "facebook/cahaya-hati"

Kamis, 04 Juli 2013

Kisah Remaja 17 Tahun Yang Takut Akan Dosa

Kisah Remaja 17 Tahun Yang Menangis histeris dan Bertobat memohon ampun Hanya karena Tak Sengaja melihat orang mandi

Pernahkah saudara mendengar tentang kisah Ta'labah? bukan Tsa'labah ya, tapi ini Tha'labah. Salah seorang dari para sahabat Nabi S.A.W. Seorang pemuda yang punya misi dan visi yang sangat agung.

Seorang remaja yang begitu hebat di zaman Rasulullah SAW Namanya Tha'labah bin Abdul Rahman, seorang remaja berusia 17 tahun. Setelah memeluk Islam, beliau selalu mengikuti Rasulullah SAW mengajar. Jika Rasulullah membutuhkan sesuatu, Rasulullah SAW akan kabarkan kepada Ta'labah.



Suatu hari Rasulullah menyuruh Tha'labah mencarikan sesuatu. Ketika dalam perjalanan mencari barang yang Rasulullah hajati itu, Tha'labah melewati sebuah rumah yang pintunya terbuka. Angin yang bertiup membuat pintu kamar mandi rumah tersebut juga ikut terbuka, dan ketika itu Tha'labah melihat seorang perempuan yang sedang mandi.

"A'udzubillah! Ya Allah aku takut nanti Jibril memberitahukan kepada Rasulullah SAW! Ya Allah, aku takut turunnya ayat quran yang mencantumkan aku dalam golongan orang yang berbuat dosa! Ya Allah ... "

Rintihan Tha'labah

Dia merintih sehingga dia lupa akan barang yang dipesan oleh Rasulullah SAW Dia melarikan diri dan menemukan satu bukit di pinggir Madinah yang dipuncaknya ada sebuah gua. Tha'labah masuk ke dalam gua tersebut dan asyik menangis. Tha'labah menangis dan menangis, ia teramat sedih dengan dosanya.

Pada waktu yang sama, Rasulullah SAW menanti kepulangan Tha'labah beberapa hari namun Tha'labah tidak kunjung tiba. Lalu Rasulullah SAW mengarahkan Umar RA untuk menemukan Tha'labah dan beliau terjumpa Tha'labah di tempat dia bersembunyi di puncak bukit.

Umar berkata "Tha'labah, Rasulullah mau bertemu kamu."

"Kenapa? Sudah turunkah ayat al-Quran pada dosaku, sudah beritahukah Jibril kepada Rasulullah, aku tidak mau masuk neraka, aku tidak mau masuk neraka. "Kata Tha'labah penuh tekanan batin

Karena Tha'labah sudah sangat lemah, Umar RA membawanya pulang ke rumah. Ketika Rasulullah SAW mendatangi tempat Tha'labah, Tha'labah sedang terlentang lalu Rasulullah SAW meraba kepala Tha'labah.

Tetapi Ta'labah menyingkirkan kepalanya. Rasulullah bertanya, "kenapa wahai Tha'labah?"

"Wahai Rasulullah, kepala yang penuh dosa ini tidak layak untuk berada di ribamu," kata Tha'labah.

"Apa yang kamu mau Tha'labah?"

"Ya Rasulullah, aku menginginkan ampunan Allah"
"Apa cita-cita kamu wahai Ta'labah?"
"Cita-cita aku hanya surga Allah. Tolonglah doakan moga Allah mengampuni dosa-dosaku. "
Lalu Rasulullah saw berkata, "wahai Tha'labah aku menjamin kepadamu apa yang kamu mau dan cita-citamu. Inilah bukti taubatmu. "

Tidak lama setelah itu, Tha'labah menghembuskan nafasnya yang terakhir di riba Rasulullah SAW.
Ketika mayat Tha'labah siap dikafan dan tiba waktu untuk dikebumikan, Rasulullah SAW datang agak terlambat ketika itu. Para sahabat membuka jalan kepada Rasulullah untuk rapat ke kubur Tha'labah. Tetapi Rasulullah berjalan mendekati kuburan Tha'labah dalam kondisi berjalan yang lambat, dan seperti terputus-putus.

Sahabat-sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kami telah membuka jalan, mengapa Rasulullah berjalan dengan tidak nyaman?"

Rasulullah menjawab, "kamu tidak dapat melihat betapa banyaknya malaikat yang hadir mengirim Tha'labah ke kubur."
****
Itulah kisah hidup seorang remaja hebat bernama Tha'labah. Betapa takutnya dia dengan azab Allah SWT meskipun ia tidak sengaja melihat perempuan yang sedang mandi itu. Begitu malu bertemu Rasulullah, begitu mengharap ampunan Allah SWT, dan akhirnya menhembus nafas yang terakhir di ribaan Rosulullah SAW , dan jasadnya diiringi malaikat ke kuburan.

*****
Masya Allah !, sungguh berbeda sekali dengan remaja zaman sekarang, mergoki orang mandi,pasti responnya lain. jangankan mergoki mandi, melihat video porno pun sudah dianggap lumrah oleh anak-anak remaja sehingga banyak kasus asusila atau hamil diluar nikah merajalela. Na'udzubillahimindzalik jangan sampai kita terjerumus pergaulan yang salah

Lihat diri kita. Apakah kita menyesal dan bertobat setelah berbuat dosa yang disengaja? Apakah kita sadar, dan menyesal serta bertobat setelah berbuat dosa yang tidak disengaja??????

Ternyata Malaikat Maut Mengintai Kita 70 Kali Sehari !

Ternyata Malaikat Maut Mengintai Kita 70 Kali Sehari !

Alangkah baiknya kita istighfar dulu ...
“Astagfirulloh Al'adzim ...”

Memang tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang akan menghadapi kematian, itulah sebabnya banyak orang tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya.



Maut dan kematian, Allah berfirman yang bermaksud:
“Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan. Sebagai cobaan; dankepada Kamilah kamu akan kembali” (QS Al-Anbiya :35).

Tahukah kita bahwa malaikat maut sentiasa memperhatikan serta melihat wajah kita sebanyak70 kali dalam sehari ?

Seandainya manusia bisa melihat dengan kasat mata seperti apa tingkah laku malaikat pengintai itu, niscaya kaki mereka akan lemas jika mengetahuinya.

Oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak dapat melihat kehadirannya, itu sebabnya manusia tidak menyadari apa yang dilakukan malaikat Izrail di sekelilingnya.

Hadis Rasul Salallahu 'Alaihi Wassalam yang di riwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam bersabda;
“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, di dapati orang itu sedang bergelak-ketawa­”
Maka berkata Izrail;

“Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus olehAllah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa”

Jika takdirnya hingga esok hari terakhir Allah pinjamkan nyawa untuk bernafas di muka bumi ini, apakah kita sudah cukup bekal menghadapi dua fase berikutnya yaitu ALAM BARZAH dan ALAM AKHIRAT ???

Naaahhh ...
Pastikan ketika kita di jemput, kitadalam keadaan berbuat kebaikan yang terbaik, agar nanti di kumpulkan bersama manusia-manusia­ mulia di tempat terbaik disisi Allah SWT


Aamiin...

AIR MATA RASULULLAH MENJELANG PERANG BADAR


AIR MATA RASULULLAH MENJELANG PERANG BADAR


                Dalam Perang Badar, Strategi Nabi Muhammad SAW. Untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya adalah menguasai mata air terlebih dahulu yang berada di Badar.
Dengan dikuasainya sumber mata air, minimal kondisi fisik pasukan dapat dijaga. Sebab, di padang pasir yang tandus, kering, panas, dan ganas ini, air adalah sarana yang sangat vital dalam kehidupan, lebih – lebih untuk kepentingan pasukan perang. Bagaimanapun kuatnya pasukan dan canggihnya strategi perang, jika pasukannya kekurangan air, kekuatannya bisa menjadi loyo. Bahkan, pasukan itu bisa mati kehausan karenanya. Inilah yang menjadi perhatian utama Rasulullah saw dalam perang Badar.
                Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. Membawa pasukannya ke mata air Badar agar bisa menguasai sebelum pasukan Quraisy datang. Rasulullah saw. Dan pasukannya tiba di tempat tersebut pada petang hari.
                Di sini Hubaib bin Al-Mundir tampil layaknya seorang penasihat militer seraya bertanya kepada Rasulullah saw.,
“Ya Rasulullah, Bagaimana pendapatmu tentang keputusan berhenti ditempat ini? Apakah ini tempat berhenti yang diturunkan Allah kepadamu? Jika begitu keadaannya, maka tidak ada pilihan bagi kami untuk maju atau mundur dari tempat ini. Ataukah ini sekedar pendapat, siasat, ataupun taktik perang?”
                Beliau lantas menjawab dengan lemah lembut, “Ini adalah pendapatku dan merupakan siasat dari taktik perangku.”
                Mendengar jawaban Nabi Muhammad saw. itu, Hubaib kemudian berkata, “Ya Rasulullah, menurutku tidak tepat jika kita berhenti disini. Pindahkan pasukan ini ketempat yang lebih dekat dengan mata air dari pada nanti didahului oleh orang-orang musyrik.”Kita berhenti ditempat tersebut lalu kita timbun kolam-kolam dibelakang mereka, lalu kita membuat kolam yang kita isi air hingga penuh. Setelah kita selesai berperang menghadapi mereka, kita bisa minum dengan leluasa, sedangkan mereka tidak bisa.”
                Usulan Hubaib bin Al-Mundzir ini diterima oleh Rasulullah saw. Lalu beliau berkata kepadanya, “Engkau telah menyampaikan pendapat yg benar.”
                Selanjutnya Nabi Muhammad saw. memindahkan pasukannya hingga posisi mereka dekat dengan mata air. Posisi ini sangat menguntungkan daripada posisi musuh yang jauh dari tempat air. Separuh malam pasukan islam berada di tempat tersebut. Lalu mereka membuat kolam air kemudian menimbun kolam-kolam yang lain.
                Tatkala pasukan Islam sudah berhenti ditempat yang dekat dengan mata air, maka Sa’ad bin Mu’adz mengusulkan kepada Rasulullah saw. supaya pasukan Islam membuat tempat khusus bagi beliau untuk memberikan komando dalam perang nanti. Ini sekaligus sebagai antisipasi adanya serangan yang mendadak serta kemungkinan jika kaum muslimin terdesak dan belum bisa memastikan kemenangannya.
                Sa’ad lalu berkata, “Wahai Nabi Allah, bagaimana jika kami membuat sebuah tenda bagimu? Bagaimana jika kami juga menyiapkan kendaraan disisimu? Biarlah kami saja yang menghadapi musuh. Jika Allah memberikan kemenangan kepadad kita, maka itu memang kami inginkan. Namun jika hasilnya lain, engkau bisa langsung pergi dengan kendaraan itu untuk menyusul orang-orang yang ada dibelakang kami. Wahai Nabi Allah, mereka jauh lebih mencintaimu daripada cinta kami kepadamu. Jika mereka menganggap bahwa engkau harus menghadapi perang, tentu mereka akan senantiasa menyertaimu. Allah pasti membelamu bersama mereka, memberikan nasihat kepadamu, juga turut berjihad bersamamu.”
                Saran Sa’ad ini diterima oleh Rasulullah saw. dengan senang hati. Beliau juga tidak lupa mendoakan kebaikan kepada sa’ad. Kemudian kaum muslimin membuat sebuah tenda ditempat yang tinggi, tepatnya disebelah timur laut dari medan pertempuran.
                Ada beberapa pemuda Anshar yang ditunjuk Sa’ad bin Mu’adz untuk berjaga-jaga disekitar Nabi Muhammad saw.
                Kemudian Rasulullah saw. mempersiapkan pasukannya. Beliau lalu berkeliling dengan pasukannya di sekitar arena yang akan dijadikan ajang  pertempuran. Beliau menunjukan jarinya ke suatu tempat sambil berkata, “InsyaAllah, ini tempat kematian si fulan esok hari.”
                Pada malam itu, beliau lebih banyak mengerjakan shalat didekat pangkal sebuah pohon yang tumbuh disana. Sedangkan orang-orang muslim pada tidur dengan embusan napas yang tenang seakan-akan menyinari angkasa. Hati mereka ditaburi keyakinan akan kemenangan. Mereka cukup istirahat pada malam itu, dengan harapan besok paginya dapat kabar gembira dari Allah.
                Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada hari Perang Badar tidak ada orang yang menunggang kuda kecuali Al Miqdad. Aku melepaskan pandangan ke kanan dan ke kiri. Semuanya tidur dengan nyenyak karena kelelahan, kecuali Rasulullah saw. Beliau, yang berada di bawah sebatang pohon, terus melakukan shalat sambil menangis hingga menjelang pagi.[13]
Nabi Muhammad saw.  menangis  dalam shalatnya menjelang Perang Badar adalah dalam usaha memohon pertolongan kepada Allah agar kaum muslimin diberi kemenangan. Sekaligus, untuk mengembalikan wibawa kaum muslimin dari penghinaan dan penindasan kafir Quraisy.
                Peristiwa tersebut terjadi pada malam jum’at tanggal 17 Ramadhan, 2 Hijriah. Sementara itu keberangkatan beliau menuju medan Badar pada tanggal 8 atau 12 dari bulan yang sama.[14]






[13] Insan Kamil, hlm 245.
[14] Sirah Nabawiyyah, hlm. 279.

Kamis, 31 Januari 2013

Kisah Nabi Adam a.s


NABI ADAM AS 
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan danmenciptakan malaikat-malaikatnya yaitu sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhan,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.


Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:

"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.